JAKARTA, ITN-PANCASILA bukanlah ideologi masa lalu, tapi justru merupakan ideologi masa depan Indonesia. Karenanya Pancasila harus diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat. Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Hariyono menjawab pers, seusai melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPIP dengan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi), di Kantor BPIP, Jakarta, Kamis (3/1/19) siang.
Penandatangan dilakukan Plt Ketua BPIP Prof Hariyono dan Ketua Umum Adkasi H Lukman Said, SPd disaksikan pejabat BPIP, pejabat kementerian/lembaga, Ketua DPRD beberapa kabupaten, dan tamu undangan lainnya.
Hariyono mengatakan, evaluasi yang dilakukan BPIP terhadap proses pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila yang sekian tahun tidak lagi secara resmi diajarkan dan dipromosikan secara masif, telah memercepat proses pengikisan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat. “Bahkan berdasarkan hasil penelitian juga terjadi di antara penyelenggara negara. Situasi ini semakin mendesak untuk kita tangani bersama,” katanya.
Plt Kepala BPIP Prof Hariyono dan Ketua Umum Adkasi Lukman Said, SPd saling berjabat tangan. Foto Taufik Alwie

BPIP sebagai pusat pembinaan ideologi Pancasila dilahirkan untuk memastikan negara hadir guna menangani tantangan tersebut. Namun demikian, ucap Plt Kepala BPIP upaya ini bukanlah secara eksklusif menjadi tanggung jawab semata BPIP, tetapi sesungguhnya adalah kerja bersama seluruh komponen anak bangsa, termasuk kekuatan politik dan organisasi-organisasi sosial yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Kemajemukan suku bangsa dan luasnya wilayah Indonesia, selain menjadi kebanggaan juga di sisi lain memberi tantangan sangat nyata dalam upaya pendekatan terbaik  sesuai karakteristik setiap elemen kelompok masyarakat,” katanya.
Juga dikemukakan, saat ini BPIP sedang dalam proses penyelesaian tiga dokumen penting pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila, yaitu Garis-garis Besar Haluan Pembinaan Ideologi Pancasila (GBHPIP), Peta Jalan Pembinaan Ideologi Pancasila, serta Standar Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila. Ketiga dokumen tersebut akan menjadi acuan bersama suruh pelaksana pembinaan ideologi Pancasila.
BPIP sangat menyadari bahwa pendekatan terbaik dalam pembinaan ideologi Pancasila adalah menumbuhkembangkan gelora gotong royong serta menggali nilai mutiara Pancasila di seluruh pelosok Tanah Air secara kreatif.
Ketua Umum Adkasi H Lukman Said mengatakan bahwa pihaknya merupakan garda terdepan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang setiap hari bertemu dengan masyarakat.
Ia menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat. “Siapa lagi yang harus menggali nilai-nilai Pancasila dan mengaktualisasikan di tengah-tengah masyarakat kalau bukan kita?” ujarnya penuh semangat.
Ketua Umum Adkasi berharap pemerintah mengeluarkan regulasi untuk menggali nilai-nilai Pancasila. Ia juga berharap agar muatan lokal terkait ideologi Pancasila diajarkan di sekolah-sekolah, sehingga ideologi Pancasila benar-benar menjiwai para generasi milenial Indonesia.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai penyebab terjadinya pengikisan nilai-nilai Pancasila, Plt Kepala BPIP mengakui sejak era reformasi tidak ada pejabat yang menyinggung dan abai tentang Pancasila. Akibatnya terjadi kekosongan nilai-nilai Pancasila pada generasi milenial Indonesia.
Sebagai tindak lanjut dari penandatangan nota kesepahaman itu, dalam waktu dekat BPIP dan Adkasi menyelenggarakan Diklat Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila yang diikuti 100 pimpinan DPRD Kabupaten seluruh Indonesia.(ori)