JAKARTA, ITN- Ada banyak cara untuk menikmati keindahan kota Bandung, salah satunya dengan wisata keliling menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus), yakni sebuah bus berdesain khusus tanpa jendela sehingga penumpang bisa mendapatkan sudut pandang yang lebar berkapasitas hingga 24 penumpang.

Berwisata ke Kota Bandung dengan menggunakan Bandros adalah sebuah cara untuk mengenal Kota Bandung lebih dalam. Para wisatawan akan dikenalkan dengan sudut-sudut Kota Bandung yang dilalui, diantaranya gedung-gedung yang dibangun masa Hindia Belanda karya Henry Maclaine Pont, J Gerber, Edward Cuypers, Aalbers, dan Schoemaker yang punya peran besar membangun Kota Bandung, sejarah gedung tersebut pasca-kemerdekaan RI, hingga destinasi wisata kuliner di Bandung lengkap dengan sejarahnya.

Nama Bandros ini diambil dari penganan khas Jawa Barat berbentuk setengah lingkaran yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, daun suji, dan santan.

Pada hari terakhir rangkaian ‘Press Tour & Seminar Series: Cirebon, Kuningan & Bandung’, indonesiatrpnews.com bersama seluruh anggota Forum Wartawan Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) mendapatkan kesempatan berharga menjelajahi Kota Bandung dengan Bandros tersebut dengan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bus pariwisata kebangaan Kota Bandung ini pun melayani beragam rute yang berbeda, akan tetapi bersamaa anggota Forwaparekraf yang terdiri dari para jurnalis media cetak, online, radio dan TV ini menikmati tur berkeliling kota Bandung dengan start dari Gedung Sate, kemudian melewati Alun-Alun Kota Bandung – Jalan Asia Afrika – Braga – Taman Dewi Sartika hingga kembali lagi ke Gedung Sate dengan durasi perjalanan kurang lebih 1 jam.

“Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi para jurnalis Forwaparekraf untuk mengenal Kota Bandung lebih dekat lagi. Kami tak akan melewatkan kesempatan emas berkeliling kota Bandung dengan Bandros ini. Selain Bandros yang memang merupakan ikon pariwisata kota Bandung, tur ini sendiri juga akan menambah lagi pengetahuan kami tentang Bandung,” ujar Ketua Forwaparekraf Johan Sompotan menyampaikan kata sambutannya sebelum menaiki Bandros, di Bandung, Minggu (30/8/20).

Bandros yang telah hadir sejak tahun 2015 ini memiliki banyak rute yang dilewati sesuai warna Bandros-nya. Misalnya Bandros biru akan melewati Alun-Alun Bandung hingga kawasan Buah Batu dan Bandros kuning akan melalui Braga hingga Taman Dewi Sartika.

Johan mengatakan, “Keliling Bandung dengan Bandros ini selalu memberikan sensasi yang berbeda. Dengan kualitas pelayanan yang ditingkatkan serta penerapan protokol kesehatan yang disiplin akan manjadikan Bandros ini semakin digemari wisatawan selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)”.

Tur menggunakan Bandros dilayani dengan penerapan protokol kesehatan yang baik, bus selalu dibersihkan dengan desinfektan setiap kali menyelesaikan trip, driver & tour guide yang memakai masker serta juga tersedia hand sanitizer selama perjalanan berlangsung.

Adapun pembelian tiket dilakukan di atas bus. Harga tiket untuk hari biasa sebesar Rp15.000 per orang dan weekend RpRp25.000 per orang, berlaku juga untuk anak di atas usia 2 tahun.

Perjalanan naik Bandros dipandu Pramuwisata berpengalaman yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Para penumpang akan dikenalkan dengan gedung-gedung bersejarah di Kota Bandung yang dilewati. “Sehari terangkut 500 – 1.000 orang satu bis 15 oran ada yang berdiri juga,” ujar Pramuwisata Bandros, Sandi Krisnandi.

Selain untuk wisatawan individu, Bandros juga bisa dipakai untuk rombongan dengan cara menyewanya. Tarif sewa Bandros sekitar Rp1,2 juta untuk delapan jam perjalanan, dengan perincian tarif sewa kendaraan Rp900 ribu, sisanya untuk biaya parkirm tips, dan lain-lain, Rute tergantung pada pilihan customer.

Untuk lebih amannya pemesanan penyewaan Bandros dilakukan 1-2 bulan sebelumnya, karena banyaknya pelanggan yang ingin menyewa, sementara jumlah busnya terbatas. Untuk menyewa Bandros bisa menghubungi Mang Dudung (Masyarakat Nu Paduli Bandung-Masyarakat yang peduli Bandung), yakni sebuah komunitas yang mengelola enam unit Bandros sumbangan kegiatan CSR dari perusahaan swasta, yaitu Bank Mandiri, Wardah, Jogja Departemen Store, dan Bank BCA.

Sedangkan Bandros yang beroperasi regular, atau disebut juga Bandros Permen, ada 12 buah yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Bandung. (sishi)