JAKARTA, ITN–  Ketika produk UMKM bisa masuk ke hotel berbintang, hal itu merupakan suatu proses mendorong produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) naik kelas  sekaligus untuk mem-branding produk UMKM dan membuktikan bahwa kualitas produk UMKM tidak jelek. Apalagi kalau melihat kualitas dari produk artisan, maka brand besar pun kalah.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jabar, sekitar 37.119 UMKM terdampak pandemi, 14.991 di antaranya merupakan pelaku ekonomi kreatif. Ada UMKM yang berhenti produksi maupun gulung tikar

Kementerian Koperasi dan UKM melalui Smesco Indonesia bekerja sama dengan jaringan hotel Accor Group untuk mendukung UMKM. Kerja sama ini bertujuan membantu para pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Kiri ke kanan Adi Satria, Teten Masduki, dan Leonard Theosabrata foto bersama selesai penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Smesco Indonesia tentang “Pembentukan Kerja Sama dalam Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk mendukung Pemulihan Ekonomi pada Bidang Jasa Perhotelan”.

MenkopUKM, Teten Masduki, menyambut baik upaya Accor untuk membantu memasarkan produk-produk UMKM di jaringan hotelnya. “Kerja sama ini menjadi terasa istimewa di tengah pandemi Covid-19 karena UMKM terpukul dari permintaan, omzet turun, dan bermasalah dengan pembiayaan, jadi kerja sama ini akan sangat membantu. Ke depan kita berharap makin banyak produk UMKM yang bisa terhbung dengan ekosistem Accor Grup,” ujar Teten Masduki dalam sambutannya pada acara Penandatanganan MoU Kementerian Koperasi dan UKM melalui Smesco Indonesia dengan Accor Group yang digelar secara hybrid di Ibis Bandung Trans Studio, Sabtu (3/4/2021).

MenkopUKM berharap kolaborasi ini bukan sekadar showcase, tapi juga akan sangat bermanfaat dan penting untuk mempromosikan dan meningkatkan branding produk UMKM di jaringan hotel.

“Dari pihak kami pun berkepentingan untuk membantu standarisasinya agar ada nilai tambah. Misalnya minum kopi, karena kita di tiap daerah punya kekhasan kopi sendiri sehinga orang merasakan keberagaman Indonesia,” tuturnya.

Teten berharap kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM melalui Smesco Indonesia dapat lebih meningkatkan dukungan yang telah diberikan.

Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Indonesia and Malaysia, Adi Satria, mengatakan jaringan hotel Accor mendukung penuh Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata Indonesia (BWI). Kegiatan untuk mendukung UMKM sendiri telah dilakukan secara aktif oleh Accor sejak September tahun lalu.

MenkopUKM Teten Masduki.

Kerja sama ini merupakan komitmen Accor untuk terus mendukung kegiatan UMKM. Melalui kerja sama ini, menurutnya jaringan hotel Accor yang tersebar di lebih dari 34 provinsi dan kota madya di Indonesia akan membantu menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata Indonesia.

“Kami berkomitmen terus mendukung kegiatan UMKM yang saat pandemi ini juga merasakan kesulitan. Kami juga di pariwisata sangat berdampak karena pandemi. Kami sangat bersyukur dapat secara aktif mendukung pemerintah dan komunitas UMKM yang beroperasi di lingkungan hotel-hotel kita. Melalui penandatanganan ini, kerja sama dengan UMKM akan lebih ditingkatkan,” jelas Adi

Beberapa hotel Accor yang sudah mendukung Gernas BBI antara lain Novotel Manado, Novotel Semarang, Ibis Balikpapan, dan Grand Mercure Surabaya City. Bentuk kerja sama pun bermacam seperti kolaborasi untuk dekorasi acara, penggunaan produk makanan, hingga mendukung bazar produk-produk UMKM. Total lebih dari 140 hotel di Indonesia berada di bawah naungan Accor Group.

Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Indonesia and Malaysia, Adi Satria.

“Kami bersyukur dengan Smesco Indonesia, kami bisa kerja sama lebih lanjut untuk mendukung seluruh kegiatan UMKM, yang nantinya bisa meningkatkan kondisi ekonomi yang sedang dilanda pandemi di Indonesia,” ungkap Adi.

Lebij lanjut Adi menjelaskan, “Jaringan hotel Accor Group  akan membuka lima hotel baru lima di Indonesia pada tahun ini meski kondisi ekonomi tengah terpukul pandemi Covid-19. Seluruh hotel baru tersebut berlokasi di berbagai kota yaitu Surabaya, Tangerang, Malang, dan Mandalika”.

“Ke depannya, tahun ini kami akan buka hotel lebih banyak lagi. Jadi ada sekitar lima hotel, dua di Surabaya ada Mercure dan Ibis, Mercure Tangerang , satu di Malang, dan satu di Mandalika,” ungkap Adi.

Menurut Adi, kelima hotel tersebut nantinya sekaligus akan menjadi bagian dari upaya Accor mendukung UMKM. Lima hotel tersebut akan diisi dengan berbagai macam produk UMKM, baik dari kamar, furniture hingga alat-alat amenities.

“Di Mandalika terutama, karena merupakan salah satu etalase dan super destinasi bisa kita kerjasamakan lebih lanjut,” tambah Adi.

Sementara pada kesemparan yang sama Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (Smesco Indonesia), Leonard Theosabrata, menjelaskan terkait implementasi kerja sama ini, Smesco sudah membuka pendaftaran untuk UMKM binaannya. Lebih dari 600 UMKM telah mendaftar, dan selanjut akan diseleksi oleh pihak Accor dan Smesco.

“Saya berharap nantinya kerja sama ini akan menyerap ribuan UMKM. Pak MenkopUKM, Teten Masduki tadi bilang mungkin ada beberapa hal yang bisa kita lakukan bersama, tentunya ini untuk mencapai level yang lebih tinggi lagi serapannya di Accor,” tambah Leonard. (evi)